NTP NTT Kembali Menembus Angka 100, Nelayan dan Petani Perkebunan Jadi Penopang Utama
KUPANG, SNC – Kesejahteraan petani dan nelayan di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perbaikan pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTT mencapai 100,02 atau naik 0,15 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada pada level 99,86.
Kenaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian daerah karena menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima petani meningkat lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka tanggung untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.
Secara umum, NTP merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Apabila nilai NTP berada di atas angka 100, maka pendapatan petani relatif lebih besar dibandingkan pengeluarannya. Sebaliknya, NTP di bawah 100 mengindikasikan daya beli petani masih tertekan.
Berdasarkan data BPS, peningkatan NTP NTT pada Juni 2026 dipengaruhi oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,28 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya tumbuh 0,13 persen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









