Cinta Orang Tua dan Ketulusan Guru BK Menuntun Generasi Penerus Menjemput Fajar Indonesia Emas

IMG 20261007 130409

Cinta Orang Tua dan Ketulusan Guru BK Menuntun Generasi Penerus Menjemput Fajar Indonesia Emas

Oleh: Yusri Yuniati Tasoin, S.Pd., Gr.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

(Guru BK SMK Negeri Polen)

Bagaimana mungkin kita berbicara tentang Indonesia Emas jika anak-anak kita masih kalah oleh alarm pagi dan layar telepon genggam? Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan persoalan besar tentang kebiasaan, kedisiplinan, pola asuh, dan tanggung jawab bersama dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Setiap pagi, sekolah menyimpan cerita yang hampir sama. Ketika bel masuk telah berbunyi, masih ada murid yang berlari mengejar waktu, berdiri di balik pagar karena terlambat, datang dengan mata mengantuk, bahkan memilih membolos ketika pelajaran berlangsung. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin hanya pelanggaran tata tertib. Namun, bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK), keterlambatan dan membolos dapat menjadi tanda bahwa ada persoalan yang perlu didengar lebih jauh.

Pendidikan bukan sekadar mengejar angka di rapor atau mendapatkan ijazah. Pendidikan juga tentang membentuk karakter, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan mengelola diri. Karena itu, kebiasaan datang tepat waktu sebenarnya sedang mengajarkan murid untuk menghargai waktu dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Bupati Kupang Perintahkan Awasi Ketat APBDes! Dorong Transparansi, Tantangan dan Solusi
  • Bagikan