Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Alarm Keras 125 Jenazah PMI: Kabupaten Kupang Percepat Sistem Perlindungan Responsif Gender

Kontributor : SN Editor: Redaksi
alarm-keras-125-jenazah-pmi-kabupaten-kupang-percepat-sistem-perlindungan-responsif-gender
Alarm Keras 125 Jenazah PMI: Kabupaten Kupang Percepat Sistem Perlindungan Responsif Gender

Lokalatih ini diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai sektor, termasuk aparat pemerintah, penegak hukum, organisasi perempuan, dan penyedia layanan. Fokus kegiatan mencakup peningkatan kapasitas dalam mendeteksi risiko TPPO, identifikasi korban, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) daerah, serta penguatan mekanisme rujukan yang terintegrasi.

Koordinator Nasional Migrant Worker Resource Center (MRC), Dina Nuriyati, menekankan pentingnya menjadikan pengalaman pekerja migran sebagai dasar dalam merancang kebijakan perlindungan.

“Perspektif yang tidak menyalahkan korban dan bebas dari diskriminasi harus menjadi fondasi dalam setiap layanan. Dengan begitu, sistem yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Kabupaten Kupang sendiri menjadi salah satu wilayah prioritas dalam penguatan tata kelola migrasi kerja berbasis kolaborasi multipihak. Integrasi layanan melalui Migrant Worker Resource Center (MRC) dalam skema Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA-PPMI) diharapkan mampu meningkatkan efektivitas perlindungan bagi PMI, khususnya perempuan.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan Berkibar di Kupang: Relawan Teman Jeriko Ajak Warga Berkontribusi untuk Kota
  • Bagikan