“Gereja dan pemerintah harus berjalan beriringan. Ini bukan hubungan atasan dan bawahan, tapi kemitraan yang setara untuk membangun kesejahteraan bersama,” katanya.
Jika Aurum berbicara dengan semangat reflektif, maka Serena C. Francis menghadirkan sentuhan empatik dalam gaya bicaranya. Ia tidak hanya bicara tentang kebijakan, tapi juga tentang cinta dalam tindakan.
Ia menceritakan bagaimana Pemerintah Kota Kupang bermitra dengan gereja melalui berbagai program pemberdayaan, salah satunya Sunday Market Saboak di Taman Nostalgia — program ekonomi kreatif yang melibatkan lebih dari seratus pelaku UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai tiga miliar rupiah selama 18 minggu.
“Sunday Market bukan sekadar tempat jualan, tapi ruang kebersamaan, solidaritas, dan pemberdayaan. Gereja tidak hanya bicara tentang doa, tapi juga tentang kemandirian umat,” jelas Serena.
Serena juga berbagi tentang program **INAKASIH (Intervensi Bantuan Pembalut Gratis bagi Perempuan Prasejahtera) — inovasi sosial yang menjadi bentuk nyata kepemimpinan berempati.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









