Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Bahasa Kepemimpinan dari Oematnunu: Saat Aurum dan Serena Bicara tentang Pemuda, Gereja, dan Masa Depan

Kontributor : Yos B. Editor: Redaksi
bahasa-kepemimpinan-dari-oematnunu-saat-aurum-dan-serena-bicara-tentang-pemuda-gereja-dan-masa-depan
Bahasa Kepemimpinan dari Oematnunu: Saat Aurum dan Serena Bicara tentang Pemuda, Gereja, dan Masa Depan

Menjelang petang, matahari merunduk perlahan di ufuk barat Oematnunu. Suara tawa para pemuda bercampur dengan lagu pujian, menciptakan harmoni yang hangat. Di antara mereka, ada cahaya harapan yang lahir — tentang masa depan, tentang iman, dan tentang kepemimpinan yang membumi.

Dari Oematnunu, dua pemimpin itu tidak hanya meninggalkan pesan, tetapi bahasa kepemimpinan baru: bahasa yang lahir dari hati yang melayani, dari cinta yang bekerja, dan dari iman yang hidup dalam tindakan nyata.

Seperti benih yang ditanam di tanah subur, kata-kata mereka akan tumbuh menjadi inspirasi — membentuk pemuda GMIT menjadi pemimpin yang bukan hanya pandai berbicara, tetapi mampu menghadirkan kasih dalam kerja, harapan dalam pelayanan, dan terang dalam gelapnya zaman.

Baca Juga :  IAKN Kupang Dorong Gerakan Ekoteologi Bersama Jemaat GMIT, Selaras dengan Visi Nasional
  • Bagikan