SN, TTS – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menegaskan kiprahnya sebagai perguruan tinggi keagamaan yang aktif menjawab persoalan ekologis melalui pendekatan akademis dan praksis. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen dan mahasiswa berkolaborasi dengan GMIT Jemaat Kanaan Nunuh Boko, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), guna menggerakkan kesadaran ekologis jemaat sekaligus menghadirkan aksi nyata pelestarian lingkungan berbasis iman Kristen.
Baca Juga : Gereja GMIT Jemaat Kanaan Nunuh Boko Jadi Laboratorium Ekoteologi
Kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Jemaat GMIT Kanaan Nunuh Boko dalam Pelestarian Lingkungan Berbasis Ekoteologi: Implementasi Nilai-nilai Historis, Teologis, dan Praktis” berlangsung sejak Juli hingga November 2025. Program ini meliputi edukasi ekoteologis, konservasi air, penghijauan, serta pembentukan kebun gereja sebagai model pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan.
Sebagai langkah konkret, tim PKM yang diketuai Dwi Kristinningati, Ph.D. bersama anggota dosen Rita, M.Pd.; Januar Daniel Maxfrid Rohi, MH; Ferofianes Linda Tandjung, M.Pd.K; Ismail E. Nubatonis, SH.,MH, serta mahasiswa Cindi Boimau, menyerahkan 700 bibit pohon—antara lain asam jawa, jambu kristal, dan mahoni—disertai bibit sayuran kepada jemaat. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat penghijauan lingkungan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan keluarga melalui konsep pertanian rumah tangga berkelanjutan.
Menurut Ketua Tim, Dwi Kristinningati, Ph.D., keterlibatan kampus dalam isu ekologi merupakan bagian integral dari tanggung jawab iman sekaligus implementasi kebijakan nasional.
“Gereja tidak hanya dipanggil untuk memberitakan Injil, tetapi juga merawat bumi sebagai ekspresi iman yang hidup. Program ini sejalan dengan arah Sinode GMIT yang mendorong jemaat menjadi pelopor pelestarian lingkungan. Lebih jauh, inisiatif ini mendukung visi Kementerian Agama RI dalam menghadirkan moderasi beragama yang inklusif dan transformatif. Ekoteologi sendiri masuk dalam delapan program prioritas Kementerian Agama (Asta Protas) 2025–2029 sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 244 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya peran iman dalam menjaga keberlanjutan ciptaan Tuhan,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Pendeta GMIT Jemaat Kanaan Nunuh Boko, Pdt. Delsy Talan, S.Th. Ia menilai pendampingan IAKN Kupang sebagai momentum penting yang mempertemukan refleksi teologis dengan aksi ekologis.
“Kami sangat bersyukur atas kerja sama ini. Program ini membuka wawasan jemaat bahwa menjaga alam adalah bagian dari iman. Harapannya, pendampingan ini berlanjut agar gereja benar-benar membawa dampak nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, IAKN Kupang menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan berkelanjutan yang berakar pada iman, teologi, dan kepedulian ekologis. Program ekoteologi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan kontribusi substantif bagi masyarakat, seraya mengintegrasikan nilai akademis, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi krisis ekologis global. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








