Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rimpaf TTS: Kekerasan Guru yang Merenggut Nyawa Murid Harus Diusut Tuntas!

Kontributor : SN Editor: Redaksi
rimpaf-tts-kekerasan-guru-yang-merenggut-nyawa-murid-harus-diusut-tuntas

Rimpaf TTS: Kekerasan Guru yang Merenggut Nyawa Murid Harus Diusut Tuntas!

Soe, FHNC – Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap murid SD Inpres One, Desa Poli, Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), terus menuai gelombang kecaman. Anak berusia 10 tahun yang menjadi korban dilaporkan meninggal dunia, memunculkan duka mendalam sekaligus kemarahan masyarakat.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Komunitas Rimbun Pah Feto (Rimpaf) TTS, yang selama ini dikenal sebagai organisasi pemerhati perempuan dan anak, mengutuk keras tindakan kekerasan di lingkungan sekolah tersebut. Ketua Rimpaf TTS, Honing Alvianto Bana, S.Psi., M.Psi., menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak — terlebih oleh tenaga pendidik — adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai pendidikan itu sendiri.

“Kami menyampaikan keprihatinan dan kemarahan yang mendalam. Tindakan kekerasan terhadap anak, apalagi sampai menimbulkan kematian, adalah perbuatan yang sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan berbahagia — bukan ruang ketakutan,” tegas Honing di Soe, Rabu (9/10).

Baca Juga :  Kasrem 161/Wira Sakti Kupang Optimalkan Pompa Hidram untuk Perkuat Kesejahteraan Masyarakat Ajaobaki, TTS
  • Bagikan