Bahasa Kepemimpinan dari Oematnunu: Saat Aurum dan Serena Bicara tentang Pemuda, Gereja, dan Masa Depan

Kontributor : Yos B. Editor: Redaksi
bahasa-kepemimpinan-dari-oematnunu-saat-aurum-dan-serena-bicara-tentang-pemuda-gereja-dan-masa-depan
Bahasa Kepemimpinan dari Oematnunu: Saat Aurum dan Serena Bicara tentang Pemuda, Gereja, dan Masa Depan

Dengan kemeja putih sederhana dan senyum khasnya, Aurum Titu Eki membuka pembicaraan dengan nada yang rendah tapi tegas. Ia menatap barisan pemuda di depannya, lalu berkata,

“Kalian adalah aset terbesar bangsa ini. Kita sedang memasuki masa bonus demografi, masa di mana jumlah penduduk usia produktif terbanyak dalam sejarah. Tapi jumlah besar itu tidak berarti apa-apa tanpa kualitas manusia yang unggul.”

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Pesan itu disampaikan tanpa jargon. Aurum berbicara seperti seorang ayah kepada anak-anaknya — mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari jabatan atau gelar, melainkan dari **tanggung jawab dan ketulusan hati**.

“Dalam keluarga pun, ketika kalian mampu mengambil keputusan yang baik, itu bentuk kepemimpinan. Kalau hal kecil saja diabaikan, bagaimana Tuhan akan mempercayakan hal yang besar?” ucapnya dengan nada lembut, namun menggugah.

Aurum menegaskan bahwa pembentukan karakter dan kepemimpinan pemuda tidak bisa dilepaskan dari peran lembaga sosial dan keagamaan, terutama gereja. Gereja, katanya, adalah rumah pembentukan jiwa yang berakar pada kasih dan kebenaran.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Gema Otonomi Daerah di Kupang: Bangkit Bersama Menuju Indonesia Maju dan Mandiri
  • Bagikan