Lebih dari sekadar membagikan bantuan, Yos Lede mendorong masyarakat agar bangkit dan tidak pasrah pada bantuan semata. Ia mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam, membangun ketahanan pangan keluarga, dan tidak hanya bergantung pada suplai dari luar.
“Bantuan adalah berkat, tapi kerja keras adalah wujud syukur. Mari kita tanam apa saja yang bisa tumbuh. Tanah kita subur, tinggal kita mau atau tidak,” pesannya lantang.
Salah satu penerima bantuan, Ariance Abineno, tak bisa menyembunyikan rasa haru. Wajahnya berseri saat mengangkat 20 kg beras yang baru diterima.
“Terima kasih Presiden, Badan Pangan Nasional, Bulog, dan Bupati. Ini beras yang kami tunggu. Ini penyambung hidup,” katanya dengan suara lirih, sambil memeluk beras itu seolah memeluk berkah dari langit.
Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTT, Sugeng Hardono, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari penugasan nasional untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, terutama saat harga pasar beras masih tinggi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








