Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Disiplin Menyalakan Harapan di SMA Negeri Sabun

IMG 20250905 WA0076

Disiplin Dimulai dari Guru

Perubahan besar dimulai dari kebijakan kepala sekolah, Gidalti Y. Kamlasi, S.Pd.,Gr, yang menekankan kedisiplinan bagi seluruh warga sekolah. Salah satu aturan tegas adalah guru tidak diperkenankan datang lewat pukul 07.00, kecuali ada alasan yang jelas.

Kehadiran guru di kelas menjadi prioritas. Guru datang ke sekolah untuk mengajar, bukan sekadar hadir. Hampir setiap hari tidak ada kelas kosong. Budaya santai saat jam pelajaran perlahan hilang. Siswa datang ke sekolah untuk belajar, dan guru pun menunjukkan tanggung jawab yang sama.

Dari sinilah suasana belajar berubah. Proses pembelajaran menjadi lebih teratur, fokus, dan efektif.

Mengatasi Keterbatasan dengan Kerja Sama

Masalah ruang belajar diatasi dengan membangun kerja sama dengan masyarakat sekitar. Hasilnya, ruang belajar darurat dibangun secara swadaya. Untuk fasilitas seperti buku dan komputer, sekolah memanfaatkan dana BOSP secara bertahap. Walau terbatas, upaya perbaikan terus dilakukan.

SMA Negeri Sabun juga tidak hanya fokus pada akademik. Kegiatan ekstrakurikuler terus digerakkan agar siswa bisa menyalurkan bakatnya. Bagi siswa yang kesulitan di kelas, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengekspresikan potensi diri.

Baca Juga :  Project Kolaborasi, Solusi Perbaikan Pembelajaran dan Peningkatan Kompetensi Murid di SMKN 1 Takari
  • Bagikan