Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Disiplin Menyalakan Harapan di SMA Negeri Sabun

IMG 20250905 WA0076

Dampak Nyata: Prestasi Meningkat

Perubahan budaya disiplin membawa hasil nyata. Dalam beberapa semester terakhir, sekitar 90 persen siswa memperoleh nilai di atas KKM pada penilaian akhir semester.

Prestasi nonakademik pun meningkat. Siswa aktif mengikuti berbagai kegiatan di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA Negeri Sabun Jumlahnya meningkat setiap tahun: 50 orang pada 2023, 67 orang pada 2024, dan 71 orang pada 2025.

Peningkatan ini mendorong guru-guru untuk terus belajar. Berbagai pelatihan diikuti, mulai dari penyusunan modul ajar, penguatan literasi, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran. Penilaian akhir semester dan ujian sekolah pun sudah dilakukan secara online.

Kepemimpinan Jadi Kunci

Pengalaman ini menunjukkan bahwa disiplin bukan sekadar aturan, tetapi budaya. Budaya itu lahir dari kepemimpinan yang memberi contoh. Selain disiplin, tanggung jawab, transparansi, dan kerja sama juga menjadi fondasi penting.

Di SMA Negeri Sabun, disiplin bukan hanya soal waktu, tetapi tentang keseriusan menjalankan tugas. Disiplin membantu menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif, sekaligus membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Yosef Lede: Kesempatan Baru Menanti Pemuda Kupang di Bawah Kepemimpinan Saya!
  • Bagikan