Program ini akan mencakup sosialisasi secara langsung melalui sekolah-sekolah, universitas, serta pemanfaatan media sosial dan platform digital untuk menjangkau lebih banyak pemilih muda.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga mampu memilih berdasarkan visi, misi, dan kapabilitas calon pemimpin,” tambahnya.
Langkah edukasi ini dianggap penting mengingat Pilkada 2024 menjadi momentum krusial bagi generasi muda untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menentukan masa depan Kota Kupang. Dengan bekal pengetahuan yang memadai, diharapkan pemilih pemula tidak terpengaruh oleh informasi yang salah atau hoaks yang kerap muncul selama masa kampanye.
Selain fokus pada edukasi pemilih pemula, Linus Lusi juga mengingatkan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada 2024. Pemerintah Kota Kupang telah berkomitmen untuk memastikan ASN tidak terlibat dalam politik praktis, melalui sosialisasi dan pengawasan yang ketat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








