“Begitu juga bagi kelompok mahasiswa peduli bencana serta alumni yang berminat sebagai relawan bencana di Stikes Maranatha Kupang, kegiatan ini menjadi penting karena mereka kelak akan berada dan tersebar di masyarakat, sehingga diharapkan mereka menjadi corong dan pemandu bila terjadi bencana di tengah masyarakat,” imbuh Domingggos Gonsalves.
Berdasarkan pantauan Tim Infokom HIPGABI NTT, pelaksanaan kegiatan pengmas di dua (2) lokasi berbeda tersebut berlangsung lancar dan diikuti secara antusias oleh peserta maupun tim pendamping. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi secara umum oleh tim pendamping dari HIPGABI NTT, kemudian dilanjutkan sesi simulasi. Setiap peserta diberi kesempatan satu per satu untuk melakukan ulang simulasi yang telah ditunjukkan oleh tim pelatih hingga benar-benar sesuai.
Narti Kase, salah satu peserta yang mengikuti kegiatan di Stikes Maranatha Kupang mengaku puas dan bersyukur dengan kegiatan yang dinilai bermanfaat tersebut. Menurutnya, pelatihan tersebut memicu dirinya untuk semakin yakin dan percaya diri dalam memberikan pertolongan pada kondisi gawat darurat atau bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








