Lebih jauh, Yosef menegaskan peran strategis Sinode GMIT sebagai mitra pemerintah dalam membina umat dan menjaga kehidupan beriman yang sehat dan inklusif di Kabupaten Kupang. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan selalu membuka ruang kolaborasi dengan gereja dalam upaya membangun masyarakat yang tangguh, damai, dan sejahtera.
“Sinode GMIT bukan hanya organisasi keagamaan, tapi pilar penting dalam membentuk ketangguhan iman dan ketahanan sosial masyarakat. Kami mendukung setiap langkah pelayanan gereja, khususnya dalam menyentuh aspek spiritualitas warga Kupang,” tegasnya.
IPI Holistik ini bukan sekadar kegiatan ibadah biasa, melainkan wujud nyata dari penginjilan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Yosef menyebutnya sebagai “penginjilan holistik” yang menjawab kebutuhan umat secara utuh, baik rohani, emosional, maupun sosial. Dalam semangat ini, persekutuan doa bukan hanya tempat berdoa, tapi ruang silaturahmi, penguatan iman, dan pembentukan karakter jemaat.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel B. Pandie menegaskan bahwa semangat persekutuan doa lahir dari nilai-nilai Pentakosta—Shavuot, yakni persembahan buah sulung kepada Tuhan. Ia menyampaikan bahwa persekutuan doa bukanlah sekadar aktivitas rutin, tetapi sebuah gerakan spiritual yang mentransformasi gereja dan masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








