Seni Bertutur Sebagai Gerakan Literasi
Lomba storytelling tahun 2025 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari gerakan literasi daerah. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan NTT berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap sastra, serta memperkuat karakter dan nilai budaya melalui seni bercerita.
“Storytelling adalah cara kreatif untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dan moral kepada generasi muda. Lewat cerita, anak-anak belajar berbicara dengan percaya diri dan berpikir imajinatif,” ungkap panitia.
Baca Juga : Siswa-siswi SMA Elpida International School Juarai Lomba Storytelling Provinsi NTT 2025
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan fungsi perpustakaan sebagai pusat kegiatan literasi masyarakat, bukan sekadar tempat membaca buku.
Dorong Pelajar NTT Berprestasi di Tingkat Nasional
Penyelenggara mengaku bersyukur atas antusiasme para peserta dan keberhasilan pelaksanaan lomba tahun ini. Mereka berharap, capaian positif dari siswa SMA Elpida Insternational School dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di NTT untuk terus berinovasi dan berprestasi.
“Kami bangga melihat semangat anak-anak NTT yang luar biasa. Harapannya, kegiatan ini bisa memotivasi mereka untuk terus berkarya dan suatu saat mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkas panitia usai pengumuman pemenang.
Dengan keberhasilan dua siswa Elpida International School ini, Kabupaten Kupang kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang konsisten menumbuhkan potensi generasi muda di bidang literasi dan seni tutur. (Ein)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








