“Masyarakat belum mengetahui ada potensi ekonomis dari pohon kedondong hutan disekitarnya yang dari dahulu terus diabaikan. Pohon kedondong hutan jika dikelola secara maksimal akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,”kata Alexon.
Alexon menyebutkan, jika setiap kilogram dahan pohon kedondong hutan basah berdiameter 2 cm sampai dengan 15 cm saat ini dihargai Rp.200, maka setiap pohon akan menghasilkan sekitar Rp.600.000 per 6 bulan. Nilai yang luar biasa besar ini secara komulatif diharapkan dapat meningkatkan pasif income masyarakat dan pada akhirnya secara simultan akan meningkatkan PDRB perkapita masyarakat di Kabupaten Kupang.
Mengingat kemampuan anggaran kita terbatas dan tidak memungkinkan seluruh program dapat dijalankan secara bersamaan, Alexon mengatakan, keterlibatan pihak swasta sangat potensial seperti melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terutama dalam penanganan dan penghapusan kemiskinan. Ia lanjut mengatakan, penanggulangan kemiskinan menjadi kewajiban bersama untuk diturunkan persentasenya, bahkan dihapuskan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








