Namun jalannya forum berubah ketika sejumlah bupati dan wali kota secara terbuka menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap pola komunikasi dan hubungan yang terjalin dengan direksi Bank NTT.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, beberapa kepala daerah menilai hubungan dengan Dirut Bank NTT terasa dingin, formal, dan tidak membangun kedekatan sebagaimana terjadi pada masa kepemimpinan direksi sebelumnya.
Dalam forum tersebut, kritik disampaikan secara langsung dan cukup lantang sehingga memicu suasana rapat menjadi tegang. Beberapa kepala daerah bahkan menyampaikan contoh-contoh konkret mengenai komunikasi yang dianggap kurang berjalan baik antara direksi dan para pemegang saham daerah.
Situasi itu menyita banyak waktu rapat dan membuat pembahasan agenda utama tidak berjalan maksimal.
Padahal, bagi para kepala daerah, posisi Bank NTT tidak sekadar sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai instrumen strategis pembangunan daerah yang membutuhkan sinergi kuat antara direksi dan pemegang saham.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









