“Dengan hadirnya dua buku ini, guru dan peserta didik menjadi lebih termotivasi untuk belajar, terutama dalam menuangkan ide dan gagasan mereka dalam bentuk tulisan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini mendorong sekolah untuk terus melanjutkan gerakan literasi pada tahun-tahun berikutnya.
“Melihat semangat yang luar biasa dari siswa dan guru, pada tahun 2026 ini sekolah kembali melanjutkan program yang sama dengan memberikan kesempatan kepada 100 peserta didik bersama para guru untuk kembali menulis dan menghasilkan karya,” jelasnya.
Bagi Ibu Dian Banunu, S.Pd. , Gr, salah satu guru di SMK Negeri 1 Takari, keterlibatannya dalam penulisan buku antologi tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengaku merasa bahagia sekaligus bangga karena untuk pertama kali tulisannya dapat diterbitkan dalam sebuah buku.
Selama ini, ia lebih banyak menyalurkan gagasan dan cerita melalui tulisan di media sosial maupun berita di media online. Namun, memiliki karya yang tercetak dalam buku menjadi pengalaman baru yang memberikan makna tersendiri baginya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








