SMK Negeri 1 Takari Bangun Budaya Literasi, Dua Buku Antologi Diterbitkan

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
322e6cf9 c28e 4490 9431 0213311a1a51

“Saya merasa sangat bahagia dan bangga. Selama ini saya memang sering menulis di media sosial dan media online, tetapi belum pernah menulis hingga diterbitkan dalam sebuah buku. Ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia juga berharap pengalaman tersebut menjadi awal dari perjalanan menulis yang lebih panjang. Ke depan, ia bertekad untuk terus aktif menulis dan menghasilkan karya-karya yang tidak hanya dibaca di ruang digital, tetapi juga dapat diterbitkan dalam bentuk buku. Pungkasnya

Sementara itu Soleman Musa Mautorin, S.Pd., Gr, mengaku merasa haru dan bangga saat melihat namanya tercetak dalam sebuah buku. Baginya, momen tersebut bukan sekadar tentang tulisan yang dicetak di atas kertas, tetapi merupakan wujud nyata dari ide, waktu, dan energi yang selama ini dicurahkan dalam proses menulis. “Ada rasa haru ketika melihat nama sendiri hadir dalam sebuah buku. Itu bukan hanya kertas, tetapi kumpulan gagasan, pemikiran, dan perjuangan yang akhirnya ‘lahir’ menjadi sebuah karya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Rote Ndao Paulina Haning Bullu Melakukan Kunker Terakhir Sambil Berpamitan
  • Bagikan