“Saya merasa sangat bahagia dan bangga. Selama ini saya memang sering menulis di media sosial dan media online, tetapi belum pernah menulis hingga diterbitkan dalam sebuah buku. Ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Ia juga berharap pengalaman tersebut menjadi awal dari perjalanan menulis yang lebih panjang. Ke depan, ia bertekad untuk terus aktif menulis dan menghasilkan karya-karya yang tidak hanya dibaca di ruang digital, tetapi juga dapat diterbitkan dalam bentuk buku. Pungkasnya
Sementara itu Soleman Musa Mautorin, S.Pd., Gr, mengaku merasa haru dan bangga saat melihat namanya tercetak dalam sebuah buku. Baginya, momen tersebut bukan sekadar tentang tulisan yang dicetak di atas kertas, tetapi merupakan wujud nyata dari ide, waktu, dan energi yang selama ini dicurahkan dalam proses menulis. “Ada rasa haru ketika melihat nama sendiri hadir dalam sebuah buku. Itu bukan hanya kertas, tetapi kumpulan gagasan, pemikiran, dan perjuangan yang akhirnya ‘lahir’ menjadi sebuah karya,” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








