Tata Kelola Perumda Air Minum Disorot, Perpamsi NTT dan BPKP Pacu Reformasi Pengawasan

tata-kelola-perumda-air-minum-disorot-perpamsi-ntt-dan-bpkp-pacu-reformasi-pengawasan

Dalam praktiknya, kepatuhan terhadap regulasi harus didukung sistem pengendalian internal yang berjalan efektif. Perusahaan perlu memiliki prosedur kerja yang jelas, pembagian tanggung jawab yang tegas, pencatatan transaksi yang tertib, serta mekanisme pemantauan yang mampu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini.

Kesiapan menghadapi audit juga menjadi bagian penting dari pembenahan tersebut. Dokumen yang tertib dan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan bukan hanya mendukung proses pemeriksaan, tetapi juga membantu manajemen mengevaluasi penggunaan sumber daya dan menentukan langkah perbaikan.

Dengan pendekatan tersebut, pengawasan diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan setelah persoalan terjadi, tetapi turut berfungsi sebagai instrumen pencegahan.

Kehilangan Air Menjadi Tantangan Serius

Selain kepatuhan regulasi dan pengelolaan keuangan, tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian dalam forum tersebut.

Kehilangan air dapat terjadi akibat kebocoran jaringan distribusi, kerusakan infrastruktur, ketidakakuratan pencatatan meter, maupun penggunaan air tanpa izin. Persoalan ini juga membutuhkan pengawasan manajerial yang memadai agar potensi penyimpangan dapat dideteksi dan ditangani sesuai prosedur.

  • Bagikan
Exit mobile version