Perwakilan Kepolisian Daerah NTT, Kombes Pol FX Irwan Arianto, menambahkan bahwa peningkatan produktivitas jagung di wilayah tersebut menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sektor pertanian.
Ia menyebutkan bahwa produktivitas jagung yang sebelumnya berkisar antara 2,5 hingga 3 ton per hektar kini meningkat menjadi lebih dari 5 ton per hektar.
Kegiatan panen raya ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di NTT dalam mengembangkan potensi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen raya jagung di Desa Pantulan menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam sektor pertanian di Kabupaten Kupang, terutama dari sisi produktivitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Namun demikian, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada aspek hilirisasi, stabilitas harga, dan penyerapan hasil panen oleh lembaga seperti Bulog. Tanpa dukungan sistem distribusi dan pasar yang kuat, surplus produksi berpotensi tidak memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








