Namun demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2026 hingga 22 Januari, arus modal asing masih menunjukkan sentimen yang relatif positif. Nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp8,02 triliun di pasar saham dan Rp1,89 triliun di pasar SBN, meskipun di sisi lain tercatat jual neto sebesar Rp2,67 triliun di SRBI. Data tersebut mengindikasikan bahwa minat investor terhadap aset keuangan domestik tetap terjaga, meskipun disertai dengan volatilitas jangka pendek.
Bank Indonesia menilai bahwa dinamika pasar tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian global yang wajar. Oleh karena itu, BI terus mengedepankan pendekatan bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamental ekonomi.
Dalam menjaga stabilitas, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. Sinergi kebijakan ini menjadi kunci dalam memastikan ketahanan eksternal tetap terjaga, termasuk melalui pengelolaan likuiditas valas, pendalaman pasar keuangan, serta penguatan kepercayaan investor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









