Di titik inilah sinergi antarlembaga menjadi penting.
Bank Indonesia memiliki instrumen kebijakan moneter dan makroprudensial, OJK mengawasi industri jasa keuangan, sementara LPS menjaga kepercayaan dan disiplin pasar melalui fungsi penjaminan simpanan.
Pemerintah dan dunia usaha melengkapi ekosistem tersebut dari sisi kebijakan dan permintaan pembiayaan.
Destry menegaskan, Sinergi Merah Putih harus dimaknai sebagai penyatuan kekuatan dan penyelarasan langkah, bukan sekadar kerja sama formal antarinstansi.
Tujuan akhirnya adalah memastikan kebijakan sektor keuangan menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian.
Bank Indonesia akan terus menjaga kecukupan likuiditas dan memperkuat transmisi suku bunga kebijakan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong kredit, terutama kepada sektor yang mampu meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan kebijakan likuiditas tidak berhenti pada besarnya dana yang tersedia di sistem perbankan.
Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh dana tersebut berubah menjadi modal bagi perusahaan, pembiayaan bagi UMKM, investasi baru, peningkatan kapasitas produksi, dan kesempatan kerja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








