Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi NTT, Daya Beli Masyarakat Mulai Tertekan

harga-pangan-dan-transportasi-picu-inflasi-ntt-daya-beli-masyarakat-mulai-tertekan
Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi NTT, Daya Beli Masyarakat Mulai Tertekan

Selain sektor pangan, kelompok transportasi juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 3,87 persen. Sebagai daerah kepulauan yang bergantung pada konektivitas laut dan udara, biaya transportasi memiliki pengaruh besar terhadap harga barang di pasar.

Kenaikan ongkos distribusi berpotensi meningkatkan harga berbagai kebutuhan masyarakat karena sebagian besar barang konsumsi masih dipasok dari luar wilayah NTT.

Tekanan inflasi yang cukup tinggi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 14,84 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

Sementara itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi sebesar 2,30 persen dan kelompok penyediaan makanan serta minuman atau restoran naik 2,36 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan harga sebesar 2,04 persen. Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 1,08 persen.

Pada sektor rumah tangga, kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga meningkat 0,90 persen, sedangkan pakaian dan alas kaki naik 0,61 persen.

Baca Juga :  BNI bidik pertumbuhan DPK
  • Bagikan