Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi NTT, Daya Beli Masyarakat Mulai Tertekan

harga-pangan-dan-transportasi-picu-inflasi-ntt-daya-beli-masyarakat-mulai-tertekan
Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi NTT, Daya Beli Masyarakat Mulai Tertekan

Di sisi lain, peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat pascapandemi turut mendorong permintaan terhadap sejumlah barang dan jasa sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi.

Pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kestabilan harga, khususnya pada komoditas pangan strategis yang sering mengalami fluktuasi.

Langkah seperti operasi pasar, penguatan kerja sama antarwilayah, peningkatan cadangan pangan, serta pengawasan distribusi barang menjadi strategi yang penting untuk meredam gejolak harga.

Dengan inflasi tahunan mencapai 3,56 persen pada Juni 2026, tantangan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya akan menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah agar tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang terus berubah.

Baca Juga :  Stimulan Ekonomi Desa, Bupati Kupang Serahkan Tiga Mobil Pick-Up kepada BUMDes
  • Bagikan