Lalu apa saja risikonya? Risiko pertama adalah risiko fluktuasi harga saham. Naik dan turunnya harga saham terjadi karena permintaan dan penawaran atas suatu saham. Permintaan dan penawaran tersebut bisa dipengaruhi oleh beragam faktor, di antaranya kinerja perusahaan atau industri, hingga perkembangan suku bunga, inflasi, nilai tukar, atau faktor non ekonomi.
Investor yang memiliki rencana untuk menjual kembali sahamnya setelah dua atau tiga bulan, bisa saja mengalami kerugian jika pada periode penjualan saham yang ia rencanakan, ternyata harga saham tengah mengalami penurunan.
Baca Juga : Beda Perusahaan Sekuritas & Manajer Investasi
Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko kerugian dari fluktuasi harga saham adalah dengan berinvestasi dalam jangka panjang. Semakin panjang jangka waktu investasi, semakin rendah risiko yang akan diperoleh.
Hal ini karena jika kinerja keuangan perusahaan baik-baik saja atau sesuai dengan siklus pertumbuhan, harga sahamnya akan mengalami kenaikan dalam jangka waktu panjang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
