Beliau juga menekankan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan roda ekonomi di wilayah-wilayah terpencil dapat terus bergerak dan semakin berkembang.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang distribusi uang, tetapi juga tentang memperkuat ekonomi lokal dan memberikan edukasi tentang pentingnya penggunaan Rupiah,” tambahnya.
Pelepasan Tim ERB di Provinsi NTT ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pelepasan tali tambat KRI. Acara tersebut juga dihadiri oleh Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, S.H., MDC, yang memberikan apresiasi tinggi kepada BI dan TNI AL atas terselenggaranya Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Provinsi NTT.
“Saya menghimbau kepada masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk memanfaatkan layanan ini dengan baik. Menukarkan uang lusuh atau pecahan kecil akan membantu roda perdagangan dan perekonomian di daerah-daerah ini untuk terus bertumbuh dengan baik,” ungkap Gubernur Ayodhia.
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Agus Sistyo Widjajati, juga hadir dan menjelaskan bahwa ERB adalah bagian dari tugas BI untuk mendistribusikan uang hingga ke pelosok Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









