Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Mobil listrik Tiongkok buat eksekutif otomotif dan politisi global gelisah

Mobil listrik Tiongkok
Mobil listrik BYD Seagull

BYD juga cepat beradaptasi. Perusahaan dengan cepat meluncurkan produk baru dan diperbarui. Negara ini juga dengan cepat membangun sektor manufaktur, karena mereka mengincar pabrik di Thailand, Brazil, Indonesia, Hongaria, Uzbekistan dan, kemungkinan besar, Meksiko.

Ditambah dengan keuntungan lain seperti dukungan pemerintah, biaya tenaga kerja yang lebih rendah, dan peningkatan kapasitas produksi, maka perusahaan ini akan semakin menimbulkan ancaman bagi perusahaan global.

Advertisement
PASANG IKLAN DISINI
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kekhawatiran yang semakin besar

Kebangkitan BYD terjadi pada saat yang genting bagi dinamika industri otomotif global, ketika produsen mobil Tiongkok berekspansi, pembuat mobil tradisional Amerika telah menyusut baik di pasar domestik maupun di Tiongkok.

Penurunan mereka di AS terjadi seiring dengan kedatangan produsen mobil Jepang seperti Toyota Motor, Nissan Motor dan Honda Motor, serta, baru-baru ini, raksasa otomotif Korea Selatan Hyundai Motor dan unit Kia-nya.

Yang disebut Tiga Besar produsen mobil AS – GM, Ford dan Chrysler, kini dimiliki oleh Stellantis telah menyaksikan pangsa pasar mereka di AS merosot dari 75% pada tahun 1984 menjadi sekitar 40% pada tahun 2023, menurut data industri.

Baca Juga :  Dari Nol hingga Mandiri! Kades Zem Tafoki Koperasi Desa Merah Putih Bangkit Bersama Rakyat
  • Bagikan