Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dari QRIS hingga BI-FAST, Bank Indonesia Menata Ulang Industri Sistem Pembayaran Menuju Era Risiko Siber Tinggi

Kontributor : SN Editor: Redaksi
dari-qris-hingga-bi-fast-bank-indonesia-menata-ulang-industri-sistem-pembayaran-menuju-era-risiko-siber-tinggi
Dari QRIS hingga BI-FAST, Bank Indonesia Menata Ulang Industri Sistem Pembayaran Menuju Era Risiko Siber Tinggi

Dari QRIS hingga BI-FAST, Bank Indonesia Menata Ulang Industri Sistem Pembayaran Menuju Era Risiko Siber Tinggi

JAKARTA, SNC – Digitalisasi sistem pembayaran Indonesia telah memasuki fase akselerasi struktural. Inisiatif seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), BI-FAST, dan Standard Nasional Open API Pembayaran (SNAP) bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga mengubah pola transaksi masyarakat dan pemerintah secara fundamental. Di balik pertumbuhan yang impresif tersebut, muncul tantangan baru: meningkatnya kompleksitas risiko, terutama risiko operasional dan siber, yang menuntut penataan ulang industri sistem pembayaran secara menyeluruh.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan volume transaksi digital nasional akan mencapai 147,3 miliar transaksi pada 2030. Lonjakan ini didorong oleh adopsi pembayaran ritel digital yang masif, perluasan digitalisasi transaksi pemerintah pusat dan daerah, serta integrasi sistem pembayaran lintas platform. Namun, semakin tinggi intensitas transaksi digital, semakin besar pula eksposur industri terhadap gangguan sistem, serangan siber, dan risiko kegagalan operasional yang berpotensi berdampak sistemik.

Baca Juga :  Rapat Terbatas di Istana: Kebijakan DHE 100% Akan Dorong Kegiatan Ekspor Indonesia
  • Bagikan