Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Uang Beredar Kian Longgar, Pertumbuhan M2 Menguat Ditopang Kredit dan Tagihan Bersih ke Pemerintah

Kontributor : SN Editor: Redaksi
uang-beredar-kian-longgar-pertumbuhan-m2-menguat-ditopang-kredit-dan-tagihan-bersih-ke-pemerintah
Uang Beredar Kian Longgar, Pertumbuhan M2 Menguat Ditopang Kredit dan Tagihan Bersih ke Pemerintah

Secara struktural, kombinasi pertumbuhan M1 yang tinggi dan peningkatan kredit menandakan menguatnya likuiditas yang bersifat transaksional dan produktif. Kondisi ini umumnya mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, khususnya apabila kredit yang disalurkan mengalir ke sektor-sektor produktif. Namun, penguatan likuiditas juga perlu dicermati dari perspektif stabilitas makroekonomi, terutama potensi tekanan inflasi dan risiko overheating apabila ekspansi tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi.

Dalam konteks kebijakan moneter, penguatan M2 di akhir 2025 mencerminkan upaya Bank Indonesia menjaga keseimbangan antara mendukung pemulihan ekonomi dan memelihara stabilitas harga. BI menekankan pentingnya koordinasi erat dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk memastikan bahwa likuiditas yang tersedia dapat disalurkan secara efektif dan tidak menimbulkan ketidakseimbangan makroekonomi.

Peran kebijakan fiskal juga terlihat dari meningkatnya tagihan bersih kepada pemerintah pusat, yang mengindikasikan masih kuatnya peran belanja pemerintah dalam menopang aktivitas ekonomi. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi krusial agar tambahan likuiditas tidak hanya mengendap di sistem keuangan, tetapi benar-benar mendorong aktivitas ekonomi riil.

Baca Juga :  Hadapi Dampak Perang Timur Tengah, Bank Indonesia Perkuat Intervensi dan Tahan Suku Bunga
  • Bagikan