Rimpaf TTS: Kekerasan Guru yang Merenggut Nyawa Murid Harus Diusut Tuntas!

Kontributor : SN Editor: Redaksi
rimpaf-tts-kekerasan-guru-yang-merenggut-nyawa-murid-harus-diusut-tuntas

Rimpaf menilai, masih lemahnya pelatihan psikologi anak dan pendidikan karakter bagi guru menjadi faktor yang perlu segera dibenahi.

“Guru perlu dibekali dengan pengetahuan tentang pendekatan positif terhadap anak. Kekerasan hanya akan meninggalkan trauma, bukan pelajaran,” tegas Honing.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Lebih jauh, Rimpaf TTS berkomitmen untuk ikut mengawal proses hukum dan mendorong terciptanya sekolah yang benar-benar ramah anak. Mereka juga akan berkolaborasi dengan lembaga pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas pendidikan untuk mengampanyekan pendidikan tanpa kekerasan.

“Melindungi anak berarti melindungi masa depan TTS. Kami tidak akan berhenti bersuara sampai keadilan ditegakkan dan sistem pendidikan kita berubah menjadi lebih manusiawi,” pungkas Honing.

Tragedi di Santian ini menggugah kesadaran publik bahwa kekerasan di sekolah bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi juga bentuk kejahatan yang menghancurkan masa depan anak-anak. Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi semua pihak: pendidikan harus dibangun dengan kasih, bukan ketakutan.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Perbup No. 37/2024: Langkah Konkret Mendorong Ekonomi Kupang Melalui Pengolahan Kayu
  • Bagikan