NCTC mengatakan Pasukan Quds IRGC menargetkan kepentingan AS, Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, serta kelompok pembangkang Iran dan terdiri dari antara 5.000 dan 15.000 personel paling setia dari IRGC yang lebih luas.
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre, ketika ditanya tentang laporan serangan Israel yang tewaskan Jenderal Zahedi, mengatakan kepada wartawan: “Tim kami sedang menyelidikinya.
”Behnam Ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, mengatakan kepada Fox News Digital setelah serangan tersebut bahwa kemungkinan besar Zahedi adalah bagian penting dari jaringan penghubung antara Pasukan Quds IRGC Iran dengan rezim Presiden Bashar Assad di Suriah dan Hizbullah Lebanon.
“Yang pertama adalah sekutu tertua Iran di tingkat negara, dan yang kedua adalah organisasi proksi Iran yang paling sukses,” katanya.
“Rezim Assad di Suriah adalah jembatan antara Iran dan Hizbullah,” ujarnya.Taleblu mengatakan Zahedi memperoleh pengalaman militer dalam perang Iran-Irak pada tahun 1980-an dan juga sempat menjadi kepala Angkatan Udara IRGC serta komandan Angkatan Darat IRGC Iran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
