“Kenapa Partai Golkar yang partai besar di tingkat nasional lebih memilih kandidat yang diduga terindikasi korupsi?. Padahal masih banyak kader-kader Partai Golkar yang hebat yang bisa dicalonkan,” tegas Budiman.
Selain menyindir Partai Golkar, para Aldegar Albialdo Khrisma M. Ketua APMA juga menyindir partai politik lainnya di Kabupaten Jember yang mengusung Gus Fawaid sebagai Cabup Jember. Dimana tidak seharusnya partai politik berbondong-bondong mengusung Gus Fawaid, yang jelas-jelas terperiksa KPK dan terindikasi kuat terlibat kasus dana hibah.
“Bagaimana kalau dalam perjalannya Gus Fawaid terpilih sebagai Bupati Jember 2024-2029. Kemudian malah jadi tersangka dan terpidana kasus korupsi dana hibah DPRD Jatim. Apa ngak ada kandidat lain,” tanya Aldo keheranan.
Terakhir Aktivis dari KOMAK dan APMA menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI untuk mengusut tuntas kasus dana hibah DPRD Jatim. Saat ini sudah ada 21 orang menjadi tersangka, baik dari pimpinan DPRD Jatim dan anggota DPRD, serta pengusaha yang diduga terlibat suap menyuap.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








