Meski demikian, Trump mengungkapkan kepada wartawan di Ruang Oval pada hari Jumat bahwa ia merasa lebih sulit untuk berurusan dengan Ukraina, yang dinilainya “tidak memiliki kartu” dalam negosiasi.
“Saya rasa mungkin lebih mudah berurusan dengan Rusia—yang mengejutkan—karena mereka memiliki semua kartunya,” katanya.
Baca Juga : Pesan Suara dari Paus Fransiskus “Terima kasih atas Doa-doa Tulus”
Trump juga mengakui bahwa Ukraina mengalami “hukuman yang sangat berat” akibat serangan udara Rusia, namun ia tampaknya menunjukkan pembelaan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump menyebutkan bahwa Putin mungkin hanya melakukan apa yang akan dilakukan oleh banyak orang di posisinya. “Saya pikir dia ingin masalah ini dihentikan dan diselesaikan, dan dia berpikir bahwa dengan menyerang lebih keras, dia akan mendapat perhatian lebih,” tambah Trump. “Saya rasa mungkin siapa pun dalam posisinya akan melakukannya.”
Pekan lalu, Trump dan Zelenskyy berencana untuk menandatangani perjanjian terkait mineral tanah jarang dan mengadakan konferensi pers di Gedung Putih, tetapi kunjungan tersebut berakhir mendadak setelah pertemuan di Ruang Oval memanas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









