Dalam pertemuan itu, Trump menyatakan kepada Zelenskyy bahwa Ukraina harus mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Rusia atau “kita akan keluar,” sementara Wakil Presiden JD Vance menilai sikap pemimpin Ukraina tidak cukup berterima kasih atas dukungan AS terhadap perjuangan mereka melawan Rusia.
Setelah pertemuan tersebut, Trump menghentikan bantuan militer dan pembagian informasi intelijen AS ke Ukraina.
Namun, negosiasi antara AS dan Ukraina tampaknya akan dilanjutkan. Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Michael Waltz, dijadwalkan akan berangkat ke Arab Saudi minggu depan untuk berdiskusi dengan delegasi Ukraina, kata Waltz pada Jumat.
“Kami telah memulai hubungan awal dengan Rusia, dan Ukraina memiliki peluang besar untuk menghubungkan ekonomi kami melalui kesepakatan mineral tersebut,” ujarnya. “Sayangnya, itu tidak berjalan dengan baik, tetapi kami pikir kami bisa mengembalikan keadaan ke jalur yang benar.”
Trump juga menyebutkan bahwa Sekretaris Jenderal NATO, Rutte, akan mengunjungi minggu depan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









