Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Diplomasi Amerika Yang Membingungkan

diplomasi
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara kepada media saat singgah untuk mengisi bahan bakar di Bandara Shannon di Shannon, Irlandia, 12 Maret 2025, saat ia dalam perjalanan dari pembicaraan dengan Ukraina di Arab Saudi menuju pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di Kanada. (Foto: SAUL LOEB/POOL/AFP/Getty)

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa mereka berharap Rubio, yang memimpin delegasi AS dalam pertemuan dengan Ukraina pada hari Selasa, akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai diplomasi yang terjadi di Arab Saudi, namun Moskow menegaskan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru dalam merespons tawaran gencatan senjata ini.

“Kontak akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang,” kata Peskov.

Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Trump untuk Rusia dan Ukraina, dijadwalkan untuk menuju Rusia pada akhir pekan ini untuk melanjutkan negosiasi. Peskov menyebutkan bahwa pembicaraan ini bisa membuka peluang untuk percakapan diplomasi lewat telepon antara Putin dan Trump. Meskipun belum ada rencana konkret, percakapan tersebut dapat diatur dengan cepat jika diperlukan.

Namun, Peskov juga memberi sinyal bahwa posisi Rusia dalam setiap pembicaraan gencatan senjata yang akan datang semakin kuat, seiring dengan kemajuan pasukan Rusia dalam beberapa pekan terakhir. Mereka telah berhasil merebut kembali wilayah di perbatasan barat Rusia di Kursk, yang sebelumnya diserang pasukan Ukraina.

Baca Juga :  Dirut PERUMDA Tinjau Lokasi SPAM Raknamo, Persiapan Serah Terima
  • Bagikan