SN – Friedrich Merz, yang akan menjadi kanselir ke-10 Jerman, telah berjanji untuk memprioritaskan persatuan Eropa dan keamanan benua itu. Ia harus bergulat dengan pemerintahan Trump yang baru dan perang Rusia di Ukraina.
Menyatukan Eropa yang terpecah belah tidak akan mudah, karena banyak pemimpin terlalu sibuk dengan masalah dalam negeri untuk mencurahkan banyak energi guna menjawab masalah paling mendesak di benua itu. Namun, harapan akan tinggi bagi Merz untuk membantu mengisi kekosongan kepemimpinan dan menyusun tanggapan yang bersatu terhadap perubahan kebijakan AS baru-baru ini.
“Semua sinyal yang kami terima dari AS menunjukkan bahwa minat terhadap Eropa jelas memudar dan keinginan untuk terlibat di Eropa menurun,” kata Merz. “Meskipun demikian, saya berharap kita dapat meyakinkan Amerika bahwa hubungan trans-Atlantik yang baik harus terus terjalin demi kepentingan bersama kita.”
Tugas Merz akan menjadi rumit karena perlunya membentuk koalisi dengan Partai Sosial Demokrat sayap kiri-tengah pimpinan Kanselir Olaf Scholz yang akan lengser. Ia telah berulang kali berjanji untuk tidak bekerja sama dengan partai Alternatif untuk Jerman yang berhaluan kanan-jauh anti-imigran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








