Merz akan mendapat tekanan untuk membantu memecahkan beberapa masalah paling mendesak di Eropa, menurut Wolfgang Merkel, analis politik dari Pusat Ilmu Sosial WBZ Berlin. Namun, “kita tidak boleh berharap mendengar satu suara dari Brussels.”
Merz menempatkan pengetatan undang-undang imigrasi Jerman di garis depan kampanye pemilu setelah seorang migran menewaskan dua orang dalam serangan pisau di kota Aschaffenburg, Bavaria bulan lalu. Ia mengajukan usulan yang tidak mengikat ke parlemen, yang menyerukan agar lebih banyak migran ditolak di perbatasan Jerman.
Usulan tersebut disetujui dengan selisih suara tipis berkat suara dari partai sayap kanan AfD. Hal itu mendorong lawan-lawannya menuduh Merz melanggar tabu dengan diduga bekerja sama dengan AfD, dan mendapat teguran publik dari Merkel.
Para kritikus menunjuk episode tersebut sebagai ilustrasi dari apa yang mereka katakan sebagai kecenderungan Merz terhadap impulsivitas. Sejak saat itu, ratusan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes mosi Merz dan juga kebangkitan kelompok sayap kanan, seperti AfD, yang telah diawasi karena dicurigai melakukan ekstremisme oleh intelijen Jerman.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








