“Gencatan senjata ini merupakan kebahagiaan sekaligus kepedihan, karena anak saya korban dalam perang ini,” kata Rami Nofal, seorang pengungsi dari Kota Gaza.

Militan bertopeng muncul di beberapa perayaan, di mana massa meneriakkan slogan-slogan yang mendukung mereka, menurut wartawan Associated Press di Gaza. Polisi mulai dikerahkan di depan umum setelah sebagian besar bersembunyi karena serangan udara Israel.
Beberapa keluarga berangkat pulang dengan berjalan kaki, barang-barang mereka dimuat di kereta keledai.
Di kota Rafah di selatan, warga kembali dan mendapati kerusakan besar. Sebagian menemukan sisa-sisa jasad manusia di reruntuhan, termasuk tengkorak.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








