Angkatan udara Iran memiliki 37.000 personel, tetapi hanya memiliki beberapa lusin pesawat serang yang berfungsi, termasuk jet Rusia dan model lama AS yang diperoleh sebelum revolusi Iran tahun 1979. Teheran memiliki satu skuadron yang terdiri dari sembilan jet tempur F-4 dan F-5, beberapa F-7 dan F-14, ditambah satu skuadron jet Sukhoi-24 buatan Rusia dan beberapa MiG-29, kata IISS.
Israel memiliki angkatan udara canggih yang dipasok AS dengan ratusan jet tempur serbaguna F-15, F-16 dan F-35.
“Itu merupakan keuntungan besar, terutama pada tahap awal konflik Iran-Israel. Karena secara teknologi Iran masih menggunakan pesawat yang sudah berusia puluhan tahun,” kata Shaikh.
Perang tanpa proksi
Keuntungan utama Iran melawan Israel adalah kemampuannya untuk menyerang melalui proksinya — termasuk Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon selatan, dan Houthi di Yaman.
“Jika Anda menargetkan Iran, Anda sering kali menargetkan proksinya,” kata Afshon Ostovar, seorang profesor madya urusan keamanan nasional di Sekolah Pascasarjana Angkatan Laut AS di Monterey, California.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









