‘Pria dari Dataran’
Carter memiliki pengalaman langsung dengan kemiskinan, bekerja keras selama Depresi Besar di ladang kacang milik ayahnya bersama para petani penggarap kulit hitam. Rumah keluarga itu tidak memiliki saluran air dan air ledeng selama beberapa tahun pertama hidupnya.
James Earl Carter, Jr. dikenal sebagai “The Man from Plains” — tempat ini merupakan tempat kelahirannya pada tanggal 1 Oktober 1924, sekaligus lokasi pertanian keluarga, sekitar 200 kilometer di selatan Atlanta. Sebagian besar masa mudanya dihabiskan di Panahan, sebuah titik di peta di ujung jalan yang terdiri dari sekitar 30 keluarga.
Saat kuliah di Georgia, Carter diterima di Akademi Angkatan Laut AS, tempat ia menerima gelar sarjana sains pada tahun 1946 — tahun yang sama ia menikahi Rosalynn Smith, yang ia temui melalui saudara perempuannya, Ruth.

Puluhan tahun kemudian, Carter menggambarkan pernikahannya dengan Rosa, begitu ia memanggilnya Istrinya dengan penuh kasih sayang, sebagai “puncak kehidupan saya.” Rosa meninggal karena sebab alamiah pada bulan November 2023 di usia 96 tahun.
Di angkatan laut, Carter bertugas sebagai awak kapal selam di armada Atlantik dan Pasifik, naik pangkat menjadi letnan. Ia akhirnya pindah ke Schenectady, New York, untuk mengambil bagian dalam program kapal selam nuklir di Union College.
Arah hidup Carter berubah pada tahun 1953. Setelah ayahnya meninggal, ia mengundurkan diri dari angkatan laut dan kembali ke Georgia untuk mengambil alih perkebunan kacang tanah dan perusahaan pasokan milik keluarga.
Selama dekade berikutnya, Carter menjadi pemimpin bisnis di komunitas tersebut, dan keterlibatannya dalam politik lokal pun meningkat. Ia terpilih sebagai anggota Senat Georgia dari Partai Demokrat pada tahun 1962 dan menjadi gubernur negara bagian pada tahun 1971.
Di tengah-tengah kiprahnya di dunia politik, muncullah sebuah peristiwa penting. Seperti yang diceritakannya kepada seorang penulis biografi, dalam sebuah misi ke kota pertambangan batu bara di Pennsylvania bersama gerejanya pada tahun 1968, Carter mengalami “kehadiran Roh Kudus dalam hidup saya secara pribadi dan intens.” Roh Kudus membimbingnya melewati tahun-tahun berikutnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








