Kampanye presiden yang berpengaruh
Carter mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 1974, hanya beberapa tahun setelah menjabat sebagai gubernur Georgia. Di era pasca-Nixon, pada saat publik Amerika mulai kecewa dengan politik Washington, status Carter sebagai orang luar dan khotbah-khotbahnya yang seperti pendeta tentang mengembalikan integritas ke pemerintahan mendapat sambutan dari para pemilih.
Memanfaatkan perubahan aturan kampanye terkini, Carter maju dalam 30 pemilihan pendahuluan yang saat itu merupakan rekor. Kandidat dan timnya adalah yang pertama memahami pentingnya momentum kampanye awal dalam sistem baru, yang menggambarkan pentingnya hasil Iowa dan New Hampshire dalam pemilihan pendahuluan presiden mendatang.
“Dampak Carter pada bentuk dan struktur sistem pencalonan modern dikemudian hari sangat terasa,” tulis konsultan Demokrat lama Elaine Kamarck dalam buku Primary Politics . (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








