Rubio menambahkan bahwa tidak akan ada visa baru yang diberikan dan bahwa AS siap meninjau kembali kebijakan ini jika mereka bekerja sama sepenuhnya.
Kemenlu dalam pernyataan pada hari Senin kemarin, mengklarifikasi bahwa orang yang ditolak masuk ke AS pada hari Jumat ternyata adalah warga negara Kongo, yang kemudian dikembalikan ke AS setelah bukti pendukung dibagikan kepada pejabat Amerika.
Baca Juga : Serangan Udara Israel ke Sekolah di Gaza Tewaskan Lebih dari 100 Orang
Pemerintah Sudan Selatan menyesalkan pencabutan visa yang didasarkan pada insiden tersebut, yang mereka anggap merupakan kesalahan penafsiran oleh individu yang bukan warga negaranya.
Menteri Informasi Sudan Selatan, Michael Makuei Lueth, mengatakan kepada Associated Press bahwa AS sedang “mencari-cari kesalahan” dalam situasi yang sangat tegang di negara tersebut, mengingat tidak ada negara berdaulat yang bersedia menerima orang asing yang dideportasi.
Pada bulan Maret, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa Sudan Selatan berada di ambang perang saudara baru. Wakil Presiden Riek Machar, pemimpin oposisi utama, masih dipenjara atas tuduhan penghasutan setelah kelompok bersenjata yang mendukungnya menyerang kamp militer dan helikopter PBB.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









