Korea Utara mengecam dimulainya latihan ini, menyebutnya sebagai “tindakan provokatif berbahaya” yang dapat meningkatkan risiko terjadinya konflik militer, bahkan melalui insiden kecil seperti tembakan yang tidak disengaja.
Baca Juga : Kapal Tanker AS dan Portugal Tabrakan di Pantai Inggris
Insiden sebelumnya, pada hari Kamis, melibatkan dua jet tempur KF-16 Korea Selatan yang secara keliru menjatuhkan delapan bom MK-82 di wilayah sipil Pocheon, yang menyebabkan sekitar 30 orang terluka, dua di antaranya serius. Pengeboman tersebut terjadi selama latihan tembak langsung yang merupakan bagian dari persiapan latihan Freedom Shield.
Angkatan udara Korea Selatan menyatakan bahwa kesalahan pengeboman tersebut disebabkan oleh kelalaian salah satu pilot yang memasukkan koordinat yang salah. Pilot tersebut tidak menyadari kesalahannya selama pemeriksaan pra-terbang dan gagal memverifikasi target secara visual sebelum melaksanakan pengeboman. Pilot kedua, meskipun memiliki koordinat yang benar, terfokus pada formasi penerbangan dengan pesawat lain dan tanpa menyadari bahwa bom tersebut menyimpang dari target.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








