Lesotho adalah monarki konstitusional, mirip dengan Inggris, yang dipimpin oleh Raja Letsie III yang berusia 61 tahun, meskipun ia tidak memegang kekuasaan eksekutif. Pemerintahan negara dipimpin oleh perdana menteri yang dipilih melalui pemilihan parlemen.
Perekonomian Lesotho
Perekonomian Lesotho, dengan produk domestik bruto lebih dari $2 miliar, sangat bergantung pada perdagangan dengan Afrika Selatan — mitra dagang utama mereka. Negara ini mengimpor sebagian besar kebutuhan pokok dari Afrika Selatan dan menjual air sebagai gantinya.
Perekonomian juga sangat bergantung pada ekspor tekstil ke Amerika Serikat melalui perjanjian perdagangan African Growth and Opportunity Act (AGOA), yang memberikan akses bebas bea ke pasar AS untuk produk-produk Afrika. Pemberlakuan tarif oleh pemerintahan Trump terhadap negara-negara Afrika menimbulkan kekhawatiran tentang pembaruan kesepakatan AGOA yang akan berakhir pada September mendatang.
Negara ini juga terkenal dengan selimut tradisional Basotho yang berwarna cerah dan terbuat dari wol. Selimut ini memiliki banyak makna, mulai dari simbol kehidupan, identitas kebangsaan, hingga keberanian dan cinta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









