“Di negara ini ada 11 pabrik yang sebagian besar mengekspor produk mereka ke AS, memberikan pekerjaan kepada sekitar 12.000 orang,” kata Shelile. “Produk yang sedang diproduksi saat ini akan dikenakan tarif dan tidak akan bisa diekspor ke AS.” Ia menambahkan bahwa ia telah meminta pabrik-pabrik tetap beroperasi “selama kami berusaha mencari solusi,” serta menyatakan bahwa tindakan AS ini menunjukkan bahwa Lesotho perlu “mendiversifikasi” pasar ekspornya, yang saat ini tengah dijajaki.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan AS,” tegasnya. “Meski proses ini memerlukan waktu, perubahan sudah mulai berlangsung.”
Untuk menentukan tarif baru ini, Gedung Putih menggunakan rumus yang menghitung sejumlah praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, seperti manipulasi mata uang, tarif, dan hambatan perdagangan lainnya. Banyak ekonom yang meragukan metodologi tersebut, sementara banyak negara asing menganggap bahwa tarif ini tidak adil dan mencerminkan ketidakseimbangan perdagangan mereka dengan AS.
Baca Juga : Trump Kritik Keras Putin dan Zelenskyy
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








