Pemimpin ILA, Harold Daggett, mengatakan bahwa pengusaha seperti operator kapal kontainer Maersk dan APM Terminals North America belum menawarkan kenaikan gaji yang sesuai atau menyetujui tuntutan untuk menghentikan proyek otomasi pelabuhan.
Disisi lain, USMX mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa mereka telah menawarkan kenaikan gaji hampir 50 persen, naik dari proposal sebelumnya.
“Kami siap berjuang selama diperlukan, untuk tetap mogok kerja selama yang dibutuhkan, untuk mendapatkan upah dan perlindungan terhadap otomatisasi yang layak diterima anggota ILA kami,” kata Daggett pada hari Selasa. “USMX sekarang bertanggung jawab atas pemogokan ini. Mereka sekarang harus memenuhi tuntutan kami agar pemogokan ini berakhir.”
Baca Juga : Polisi Toronto dijatuhi hukuman 7 tahun penjara karena pencurian dan pemalsuan laporan
Mogok kerja yang pertama sejak 1977, membuat khawatir para pelaku bisnis di seluruh perekonomian yang mengandalkan pengiriman laut untuk mengekspor barang dagangan mereka, atau mengamankan impor penting. Mogok kerja ini memengaruhi 36 pelabuhan yang menangani berbagai barang mulai dari pisang hingga pakaian dan mobil.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








