Pada hari Rabu, Menteri Komunikasi Kongo Patrick Muyaya mengatakan kepada lembaga penyiaran Prancis (France 24) bahwa perang dengan Rwanda adalah “pilihan yang perlu dipertimbangkan.”
Pihak berwenang Kongo mengklaim pada hari Kamis pagi, bahwa militer berhasil memukul mundur serangan dari “tentara Rwanda” di Sake, sebuah kota yang hanya berjarak 23 kilometer dari Goma. Namun hingga saat ini belum ada verifikasi valid apakah tentara Rwanda ikut serta dalam serangan tersebut.
Baca Juga : Operasi Besar Israel di Tepi Barat Terus Berlanjut
Situasi di Sake masih belum jelas, dengan beberapa penduduk mengklaim bahwa pemberontak telah memasuki dan merebut kota tersebut.
“Penduduk panik. M23 kini menguasai sebagian besar kota,” kata Leopold Mwisha, presiden masyarakat sipil di wilayah Sake.
Kedutaan Besar AS di ibu kota Kongo-Kinshasa, dalam sebuah pemberitahuan pada hari Kamis memperingatkan tentang “peningkatan tensi konflik bersenjata di dekat Sake” dan menyarankan warga negara AS di provinsi Kivu Utara, yang meliputi Goma, untuk waspada jika mereka perlu meninggalkan rumah mereka dalam waktu singkat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








