Akibatnya, kekerasan semakin meluas, dengan angka pembunuhan yang melonjak tajam dari enam per 100.000 penduduk pada tahun 2018 menjadi rekor 47 per 100.000 pada tahun 2023.
Baca Juga : Orang Tewas Ditembak di Guanajuato, Meksiko
Para ahli mengungkapkan bahwa geng-geng ini terus berkembang dan menjadi lebih kuat, memanfaatkan keuntungan dari aktivitas kriminal yang mereka lakukan. Guayaquil, ibu kota Provinsi Guayas, telah menerapkan keadaan darurat selama dua bulan terakhir, mengingat tingginya tingkat kekerasan di kota tersebut. Sebelumnya, pada bulan Februari, pertempuran antara geng-geng yang bersaing di Guayaquil telah menewaskan 14 orang.
Presiden Ekuador, Daniel Noboa, pada bulan Februari lalu menyatakan rencananya untuk meminta bantuan pasukan khusus dari negara sahabat yang tidak disebutkan namanya guna membantu memerangi para penguasa kejahatan di negara tersebut.
Sementara itu, kekerasan terus meningkat menjelang pemilihan putaran kedua yang akan digelar pada 13 April, di mana Noboa akan bertarung melawan Luisa Gonzalez, kandidat dari kubu kiri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








