“Mungkin mereka tidak punya waktu untuk menurunkan roda pendaratan dengan alat bantu karena keterbatasan atau tidak adanya tenaga dari mesin,” kata John Cox
Ia mengatakan pesawat tersebut awalnya tampak terkendali di landasan pacu dan melambat, “dan akan berhenti jika tembok itu tidak ada di sana.”
Cox mengatakan, berdasarkan standar internasional, bandara seharusnya memiliki area yang jelas di ujung landasan pacu sehingga “jika sebuah pesawat lepas landas, ia tidak akan menabrak apa pun.”
“Mesin pesawat dibuat untuk menahan banyak hal, termasuk benturan burung,” kata Butterworth-Hayes kepada AFP. “Namun jika burung-burung tersebut sangat besar, mereka berkumpul dalam kawanan dan jumlahnya banyak, bahkan mesin jet modern pun kesulitan melewatinya.”
Pesawat hancur total
Lee Jeong-hyeon, kepala stasiun pemadam kebakaran Muan, mengatakan dalam jumpa pers di televisi bahwa pesawat hancur total, hanya bagian ekornya yang masih bisa dikenali di antara reruntuhan. Lee mengatakan bahwa petugas sedang menyelidiki berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk apakah pesawat itu ditabrak burung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








